Gaya Busana dari Zaman ke Zaman

28 Dec

Jika Anda membaca sejarah mode, pasti ingat pada abad pertengahan arti berpakaian hanya sejauh menutupi tubuh, tinggal mengikat satu atau dua potongan bahan. Jadiah jubah longgar yang menjadi pakaian wajib saat itu.

Lalu tibalah masa Renaissance, jubah-jubah itu dipotong, dikecilkan dan pada akhirnya digunting, dibagi menjadi beberapa bagian dan dijahit yang melahirkan sepotong busana yang jatuhnya terasa pas di tubuh.

Sampai akhirnya pada abad ke-19, bahan sutra melambai ditinggalkan. Kaum pria pun mendapat sebutan gentlemen. Semua beramai-ramai memuja tampilan yang lebih kritis, sederhana, dan mengutamakan kesempurnaan teknik potong.

Ini adalah titik kulminasi dari perubahan gaya secara radikal yang diadopsi sejak pertengahan abad ke-17.

Abad modern akhirnya tiba. Tailoring adalah dalangnya. Tailored styles ini memang memiliki kelebihan yang tidak tergantikan.

Ia dapat menduplikat bentuk asli tubuh dan pada saat yang bersamaan, membuat tubuh terlihat proporsional. Tren kali ini membiarkan pria kembali bernostalgia dengan kekayaan detail dan potongan yang ditawarkan oleh busana tailor mode.

Jangan bayangkan hasil jahitan yang kaku dan klasik. Tapi yang ada sekarang adalah beragam busana tailored yang penuh intrik, segar dan mendobrak aturan formal konvensional.

Busana formal yang identik dengan aroma serius diolah kembali para kreatif mode agar mencapai resep yang lebih dinamis. Mereka beramai-ramai memasukkan unsur yang kontradiktif sehigga kekakuan yang menjadi identitas busana format itu cair dan justru terasa menggelitik.

Stefano Pilati menyelinapkan jas dan vest kotak berwarna pink yang mengontraskan tampilan dandy khas pria YSL. Marc Jacobsuntuk Louis Vuitton memelintir gaya formal dengan sporty lewat suit tanpa daleman yang ditumpuk jaket, sambil asyik menggulung lengan.

Suit di tangan Dries Van Note pun tampil liar dengan motif ular.

Christopher Bailey yang biasanya bermain dengan aman, kini berani menampilkan studded belt dan chain belt di antara kemeja dan celana super rapi khas Burberry itu. Bravo untuk Miouccia Prada yang sleek and hip itu.

Givenchy yang biasa menghadirkan busana pria berkelas pun meloloskan celana jins dan jaket kulit untuk menemani kemeja berpotongan sempurna.

Kemudian ucapan terimakasih juga layak diberikan pada Ozwald Boateng yang memadukan teknik jahit tingkat tinggi dari Savile Row dengan gaya anak muda Inggris penuh pemberontakan. Hal senada juga dilakukan Ennio Caposa untuk Costume NationalHomme yang membawa jaket kulit di tengah setelan formal lengkap.

Unsur dan model klasik seperti tuxedo dan bow tie are back with twist. Alber Elbaz dan Lucas Osseddrijver berkolaborasi mendandani pria Lanvin dentgan busana formal yang berkelas ditemani dasi kupu-kupu yang tampil kedororan.

Lantas Neil Barret menawarkan busana malam lengkap dengan celana tuxedo dan dasi kupu-kupu, tampilan elegan itu ditabrakkan dengan military field jacket yang tampil vokal.

Hedi Slimane mengantarkan parade skinny tuxedo dan busana formal seperti swallowtail coat dengan aksen kerah menyilang tepat di atas dada, mengisi ruang yang seharusnya untuk dasi.

Milan kemudian meniupkan angin klasik bernuansa romantik dan aristoktratik. Alexander McQueen kembali menghadirkan busana bernuansa teatrikal yang dramatis lewat sentuhan embriodery.

Pada koleksi terakhirnya untuk Gucci, John Ray menawarkan gaya aristokrat dengan mohair knits yang lembut. Sementara Golce Gabbana unggul dengan gaya new power.

Tren kali ini hanya salah satu bukti bahwa tailoring adalah sebuah seni. Masalah padu padan yang mendobrak aturan lazim adalah sentilan yang bisa memacu kreativitas dan sensitivitas bergaya.

Pada masa serba instan seperti sekarang ini tailored styles masih tetap juara dalam hal keunikan dan kulitas.

Jadi siapa bilang kalau sesuatu yang berbau tradisional itu melulu membosankan?

Berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: