Kulit Ular Pun Bisa Jadi Motif Kuku

8 Apr

Kulit ular, bagi sebagian orang, memiliki nilai eksotis yang menarik. Bagi sebagian lagi, kesannya cukup mengerikan. Bagi pencinta fashion, tas dan sepatu yang terbuat dari bahan kulit ular memang berkesan eksklusif, karena memang bahannya jarang ada di pasaran karena sulit mencarinya, plus mahal. Namun, kulit binatang bukan hal yang disukai semua orang, mengingat cara mendapatkannya kadang harus sampai mengorbankan sang binatang. Tahun lalu, Nike, produsen sepatu olahraga mengumumkan penghentian pembuatan produk-produk mereka yang terbuat dari kulit binatang eksotis, seperti ular, kadal, dan buaya. Penghentian ini dilakukan setelah pimpinan Nike mendapat kiriman video dari PETA, lembaga perlindungan hewan independen. Video tersebut berisi cara para pedagang kulit hewan mendapatkan barang jualan mereka. Para binatang ini disiksa untuk kemudian diambil kulitnya.

Tak setuju dengan kegiatan pengambilan kulit secara paksa ini juga, tetapi masih suka dengan keeksotisan kulit ular? Tak masalah, ada cara lain. Salah satunya, menggunakan sisa kulit ular yang tersisa sebagai bagian fashion, seperti ide yang dilakukan oleh seorang pemilik salon Euphoria Lounge Salon & Spa di Monterey, California, AS, Terri Silacci.

Sekitar 6 bulan lalu, anak Silacci membawa potongan kulit ular pulang dari kelas sains. Kemudian Silacci mendapat ide untuk mengaplikasikan sisa kulit mati ular itu pada kuku. Dikutip dari MSN, Silacci berujar, “Saya belajar untuk mensterilkan kulit ular itu dan bagaimana mengaplikasikan kulit ular itu sebaik-baiknya. Setelah berhasil bereksperimen, Silacci memasukkan menu pedikur kulit ular tersebut di salonnya, banyak kliennya ingin tahu lebih banyak.

Untuk mendapatkan efek tersebut, Silacci menggunakan tipe kuteks berwarna (sesuai selera) yang tahan lama dan kuat, lalu menegeraskannya lagi dengan hair dryer. Setelah lapisan kuteks pertama mengeras, taruh helaian kulit ular di atasnya, lalu timpa lagi dengan kuteks bening untuk membuat kulit ular tersebut menetap. Tertarik? Ide ini masih segar di Amerika, namun, siapa tahu akan berkembang pula di sini. Di salonnya, Silacci mematok harga sekitar 300 dollar AS (sekitar Rp 2.700.000).

Sumber: msn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: